Wednesday, June 18, 2008

= kerana dia manusia biasa =

Setiap kali ada sahabat yang ingin menikah, saya selalu mengajukanpertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suami/isterimu?Jawabannya ada bermacam-macam. Bermula dengan jawaban kerana Allahhinggalah jawaban duniawi.Tapi ada satu jawaban yang sangat menyentuh di hati saya. Hingga saatini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban dari salahseorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannyasungguh ajaib.Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Kemudian membuat keputusan menikah.Persiapan pernikahan mereka hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja.Kalau dia seorang akhwat, saya tidak hairan. Proses pernikahan sepertiini selalu dilakukan. Dia bukanlah akhwat, sebagaimana saya. Satu halyang pasti, dia jenis wanita yang sangat berhati-hati dalam memilihsuami.Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sukar untuk membuka hati.Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menganggapnya serius.Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannyamenjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi.Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tarikh pernikahannya.Serta meminta saya untuk memohon cuti, agar dapat menemaninya semasamajlis pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya.Sebenarnya….!!!Saya ingin tau, kenapa dia begitu mudah menerima lelaki itu. Ada apakahgerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia boleh memutuskanuntuk bernikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk ketika itu(benar-benar sibuk).Saya tidak dapat membantunya mempersiapkan keperluan pernikahan.Beberapa kali dia menelefon saya untuk meminta pendapat tentang beberapaperkara.Beberapa kali saya telefon dia untuk menanyakan perkembangan persiapanpernikahannya. That’s all……Kami tenggelam dalam kesibukanmasing-masing.Saya menggambil cuti 2 hari sebelum pernikahannya. Selama cuti itu sayamemutuskan untuk menginap dirumahnya.Pukul 11 malam sehari sebelum pernikahannya, baru kami dapat berbual-hanya- berdua. Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi, sungguhmembelenggu kami. Pada awalnya kami ingin berbual tentang banyak hal.Akhirnya, dapat juga kami berbual berdua. Ada banyak hal yang ingin sayatanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak perkara kepada saya. Beberapakali Mamanya mengetok pintu, meminta kami tidur.“Aku tak boleh tidur.” Dia memandang saya dengan wajah bersahaja. Sayafaham keadaanya ketika ini.“Matikan saja lampunya, biar disangka kita dah tidur.”“Ya.. ya.” Dia mematikan lampu neon bilik dan menggantinya dengan lampuyang samar. Kami meneruskan perbualan secara berbisik-bisik.Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kami lakukan. Kami berbual banyakperkara, tentang masa lalu dan impian-impian kami. Wajah keriangannyanampak jelas dalam kesamaran. Memunculkan aura cinta yang menerangibilik ketika itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yangselama ini saya pendamkan.“Kenapa kamu memilih dia?” Dia tersenyum simpul lalu bangkit daribaringnya sambil meraih HP dibawah bantalku. Perlahan dia membuka lacimeja hiasnya.Dengan bantuan lampu LCD HP dia mengais lembaran kertas didalamnya.Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan sekeping envelopkepada saya. Saya menerima HP dari tangannya. Envelop putih panjangdengan cop surat syarikat tempat calon suaminya bekerja. Apa ni. Sayamelihatnya tanpa mengerti. Eeh…, dia malah ketawa geli hati.“Buka aja.” Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas putih bersaiz A4,saya melihat warnanya putih. Hehehehehehe……..“Teruknya dia ni.” Saya menggeleng-gelengkan kepala sambil menahansenyum.Sementara dia cuma ketawa melihat ekspresi saya. Saya mulamembacanya.Saya membaca satu kalimat diatas, dibarisan paling atas. Dansampai saat inipun saya masih hafal dengan kata-katanya. Begini isisurat itu………****************************************************************************************************************************************************************************Kepada Yth ………
Calon isteri saya, calon ibu anak-anak saya, calon menantu Ibu saya dancalon kakak buat adik-adik sayaAssalamu’alaikum Wr WbMohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat inihingga akhir. Baru kemudian silakan dibuang atau dibakar, tapi sayamohon, bacalah dulu sampai selesai.Saya, yang bernama …………… menginginkan anda ……………untuk menjadi isteri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusiabiasa. Buat masa ini saya mempunyai pekerjaan.Tetapi saya tidak tahu apakah kemudiannya saya akan tetap bekerja. Tapiyang pasti saya akan berusaha mendapatkan rezeki untuk mencukupikeperluan isteri dan anak-anakku kelak.Saya memang masih menyewa rumah. Dan saya tidak tahu apakah kemudiannyaakan terus menyewa selamannya. Yang pasti, saya akan tetap berusaha agaristeri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan.Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapakelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupikelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusiabiasa.Cinta saya juga biasa saja.Oleh kerana itu. Saya menginginkan anda supaya membantu saya memupuk danmerawat cinta ini, agar menjadi luar biasa.Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Keranasaya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuattenaga menjadi suami dan ayah yang baik.Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa sayamemilih anda. Saya sudah sholat istiqarah berkali-kali, dan saya semakinmantap memilih anda.Yang saya tahu, Saya memilih anda kerana Allah. Dan yang pasti, sayamenikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Sayatidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkinmenjadi lebih baik dari sekarang ini.Saya memohon anda sholat istiqarah dulu sebelum memberi jawaban padasaya.Saya beri masa minima 1 minggu, maksima 1 bulan. Semoga Allah ridhodengan jalan yang kita tempuh ini. AminWassalamu’alaikum Wr Wb***************************************************************************************Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kaliini saya membaca surat ‘lamaran’ yang begitu indah.Sederhana, jujur dan realistik. Tanpa janji-janji yang melambung dankata yang berbunga-bunga. Surat cinta biasa.Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyumtertahan.“Kenapa kamu memilih dia……?”“Kerana dia manusia biasa…….” Dia menjawab mantap. “Dia sedar bahawadia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya.Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikanapa-apa.Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kami kemudian hari.Entah kenapa, justru itu memberikan kesenangan tersendiri buat aku.”“Maksudnya?”“Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masihada.betuI tak? Paling tidak…. Aku tau bahawa dia tidak akan frust kalausuatu masa nanti kami jadi miskin.“Ssttt…….” Saya menutup mulutnya. Khuatir kalu ada yang tau kamibelum tidur. Terdiam kami memasang telinga.Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kami salingberpandangan lalu gelak sambil menutup mulut masing-masing.“Udah tidur. Besok kamu mengantuk, aku pula yang dimarahi Mama.” Kamikembali berbaring. Tapi mata ini tidak boleh pejam. Percakapan kami tadimasih terngiang terus ditelinga saya.“Gik…..?”“Tidur…… Dah malam.” Saya menjawab tanpa menoleh padanya. Saya ingindia tidur, agar dia kelihatan cantik besok pagi. Rasa mengantuk sayatelah hilang, rasanya tidak akan tidur semalaman ini.Satu lagi pelajaran dari pernikahan saya peroleh hari itu. Ketikamanusia sedar dengan kemanusiannya. Sedar bahawa ada hal lain yangmengatur segala kehidupannya. Begitu juga dengan sebuah pernikahan.Suratan jodoh sudah terpahat sejak ruh ditiupkan dalam rahim. Tidak adaseorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahannya kelak.Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tetapisebuah ‘proses usaha’. Betapa indah bila proses menuju pernikahanmengabaikan harta, tahta dan ‘nama’.Status diri yang selama ini melekat dan dibanggakan (aku anak orangini/itu), ditanggalkan.Ketika segala yang ‘melekat’ pada diri bukanlah dijadikan pertimbanganyang utama. Pernikahan hanya dilandasi kerana Allah semata. Diniatkanuntuk ibadah. Menyerahkan segalanya pada Allah yang membuat senarionya.Maka semua menjadi indah.Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap HambaNYA. Hanya Allahyang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakansebuah pernikahan.Kita hanya boleh memohon keridhoan Allah. MemintaNYA mengurniakanbarokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjagaketenangan dan kemantapan untuk menikah.Jadi, bagaimana dengan cinta?Ibu saya pernah berkata, Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadihadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya.Agar cinta itu dapat bersemi dengan indah menaungi dua insan dalampernikahan yang suci. Cinta tumbuh kerana suami/isteri (belahan jiwa).Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusahamenggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.Kisah di atas sedikit sebanyak telah mengubah pandangan dan persepsi saya tentang cinta. Kita terlalu mengagungkan cinta antara manusia, sedangkan ia hanya sementara. Cinta itu suci, tapi kita yang mengotorkannya dengan noda. Cinta itu anugerah dari Allah dan untuk memeliharanya ialah dengan mentaati Allah,walaupun tiada janji manis, harta, tapi andai kita mentaatiNya, InsyaAllah Allah akan memberkati kehidupan keduanya dan lahirlah kemanisan cinta yg bermatlamatkan kerana Allah..Pimpinlah aku untuk mencintaiNya…

2 comments:

Lady of Heart said...

Salam
menarik. cerita betul?

Jepah said...

cite btol...